Penyebab dan Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

 


Si kecil sudah kenyang, namun nangis terus? Hal tersebut bisa jadi pertanda bahwa sang buah hati tengah mengalami kolik, loh bun. Lantas apa sih kolik ini? Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk cari tahu bunda!

Apa Itu Kolik?

Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis selama waktu yang lama tanpa alasan yang jelas dan sulit ditenangkan. Kondisi ini umumnya kerap terjadi pada bayi yang berusia 2 minggu hingga 4 bulan. Meski kolik kerap menimbulkan kecemasan, namun kondisi ini merupakan hal umum yang dialami bayi. Untuk perbandingannya kira-kira 1 dari 4 bayi baru lahir beresiko mengalami kolik.

Lantas apakah kondisi ini berbahaya untuk sang buah hati? Jawabannya tidak ya bunda. Kolik tidak juga dianggap sebagai gangguan kesehatan dan tidak permanen. Umumnya kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya, ketika bayi telah menginjak usia 4 bulan. Para ahli juga mengatakan bahwa kondisi ini tidak berdampak bagi tumbuh kembang sang buah hati.

Apa Ciri-ciri Kolik Pada Bayi?

• Tangisan kencang yang sulit ditenangkan

• Berlangsung selama 3 jam atau lebih dalam sehari

• Terjadi 3 kali seminggu hingga ia berusia 4 bulan

• Wajah bayi memerah

• Kedua kaki dan tangan terangkat tegang ke atas perut sambil mengepalkan tangan.

• Bayi terlihat melengkungkan punggung

Kapan Kolik Harus Diwaspadai?

Kolik menjadi sesuatu yang harus diwaspadai dan perlu segera ditangani bila terjadi gejala-gelaja sebagai berikut:

• Bayi telah berusia lebih dari 4 bulan

• Suara tangis bayi bernada tinggi

• Saat diangkat, tubuh bayi terkulai

• Berat badan bayi tidak bertambah

• Pola buang air kecil dan buang air besar bayi tidak normal

• Bayi tidak nafsu makan

• Beberapa bagian kulit bayi terlihat pucat atau membiru

• Ubun-ubun bayi tampak menonjol

• Bayi terlihat susah bernapas

Apa Penyebab Terjadinya Kolik Pada Bayi?

Penyebab kolik sendiri masih belum dapat diketahui dengan pasti. Diduga kondisi ini terjadi akibat rasa tidak nyaman pada perut yang dialami bayi, karena pada awal masa kelahiran mencerna makanan merupakan hal yang sulit bagi bayi. Kondisi lainnya yang dapat menjadi penyebab kolik adalah terlalu banyaknya gas dalam saluran cerna, rasa lapar, atau terlalu kenyang dan pilek pada bayi.

Selain itu, kondisi ruangan yang tidak nyaman juga dapat menjadi penyebab kolik. Seperti ruangan yang terlalu dingin atau panas.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menenangkan sang buah hati yang tengah mengalami kolik adalah sebagai berikut:

• Pijat perut bayi dengan lembut menggunakan minyak telon untuk memberikan kehangatan

• Gendong bayi selama dia menangis

• Mandikan bayi dengan air hangat

• Gendong bayi dalam gendongan kain atau selimut

• Berikan dot jika dirasa perlu untuk membantu menenangkan bayi

• Berikan senandung atau suara lembut seperti “sshh sshh…” pada bayi

• Letakkan bayi pada bouncer atau kursi goyang khusus bayi.

Selain cara-cara yang telah disebutkan di atas, coba berikan bayi probiotik tetes atau sirup. Tinjauan penelitian terbaru menyatakan bahwa cara ini aman dan efektif untuk mengurangi kolik pada bayi.

Di samping itu, metode lain yang juga diketahui bisa membantu mengatasi kolik pada bayi adalah terapi pijat, fisioterapi, akupunktur, dan chiropractic. Namun, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum menerapkan metode perawatan tersebut.

Perlu diingat bahwa saat anak Anda mengalami kolik, hindari mengguncangnya secara keras dan cepat. Cara ini bukannya bisa membuat tangisnya mereda, tapi justru berisiko membahayakan kesehatannya karena dapat memicu terjadinya shaken baby syndrome.

Adakah Tips Mencegah Terjadinya Kolik Pada Bayi?

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kolik adalah sebagai berikut:

• Ganti dot pada botol susu bayi jika lubangnya terlalu kecil agar bayi tidak menelan lebih banyak udara daripada cairan.

• Jauhi asap rokok.

• Hindari konsumsi kopi, teh, dan makanan pedas apabila bayi masih menyusu.

• Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut agar bersendawa sehabis makan.

Selain beberapa tips diatas, penting juga untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental orang tua. Agar saat bayi tengah mengalami kolik, para orang tua dapat menanganinya dengan baik.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama